Sekretaris Bakorluh Hadiri Pembukaan Pembekalan Babinsa Dalam Rangka Peningkatan Swasembada Pangan Tahun 2017

fotook2
Print Friendly

Banjarbaru ( 26 Januari 2015),

Pengembangan sektor tanaman pangan merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa yang akan datang. Selain berperan sebagai sumber penghasil devisa yang besar, juga merupakan sumber kehidupan bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Salah satu strategi yang dilakukan dalam upaya memacu peningkatan produksi dan produktivitas usahatani padi dan jagung adalah dengan mengintegrasikan dukungan kegiatan antar sektor dan antar wilayah dalam pengembangan usaha pertanian.   Dalam rangka pengembangan sektor tanaman pangan tersebut, tentunya tidak terlepas dari dukungan penyelenggaraan penyuluhan secara berkelanjutan. Undang-undang No 16 Tahun 2006 tentang SP3K menempatkan peran besar SDM yang maju dan sejahtera sebagai pelaku dan sasaran utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Penyuluhan dilaksanakan secara terintergrasi dengan subsistem pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan serta diselenggarakan oleh penyuluh, pelaku utama atau warga masyarakat lainnya melalui programa penyuluhan pada tiap tingkatan administrasi pemerintahan. Guna membangun SDM yang maju, unggul dan berkualitas diperlukan Sistem Penyuluhan Pertanian yang produktif, efektif dan efisien di Daerah. Keberadaan Ketenagaan Penyuluhan sangat berimplikasi terhadap pembinaan para pelaku utama pertanian, perikanan dan kehutanan di lapangan.

Sistem penyuluhan pertanian merupakan seluruh rangkaian pengembangan kemampuan, pengetahuan keterampilan, serta sikap pelaku utama dan pelaku usaha melalui penyuluhan. Penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi Lingkungan hidup.

Untuk menunjang hal tersebut, Kementerian Pertanian bersama TNI bersepakat untuk mensukseskan Swasembada Pangan Tahun 2017, bertempat di Markas Komando Yonif 623 Kota Banjarbaru diadakan Kegiatan Pelatihan Bagi Babinsa Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan berjumlah 75 Orang. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 hari.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Komandan Korem 101/ Antasari dan dihadiri Sekretaris Bakorluh Provinsi Kalsel, Plh. Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Kalsel, Kepala BBPP Binuang, yang Mewakili Walikota Banjarbaru, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kota Banjarbaru, Jajaran Sekretariat Bakorluh, dan para undangan lainnya. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah meningkatkan peran Babinsa sebagai kader pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan , Babinsa diharapkan berperan sebagai media informasi dari tingkat pusat untuk disampaikan kepada petani diwilayahnya masing-masing, dan tentunya sebagai mitra Para Penyuluh Pertanian PNS, THL –TB PP serta Penyuluh Pertanian Swadaya yang saat ini jumlahnya belum terpenuhi sesuai kebutuhan.

Semoga dengan adanya kegiatan tersebut dapat bermanfaat dalam rangka peningkatan efektivitas penyelenggaraan penyuluhan pertanian di daerah khususnya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan… amin

You can leave a response, or trackback from your own site.
Budidaya Lele
Penghargaan Nasional
Foto Bersama
Latihan dan Kunjungan
Rakorhut
Kunjungan Kerja Sekretaris Bakorluh Prov Kalsel

Leave a Reply