Penyuluh Pertanian Sambut Kedatangan Menteri Pertanian RI Dalam Rangka Panen Padi dan Jagung di Kalimantan Selatan

mentan  YA
Print Friendly

Banjarbaru,  17 Maret 2015 –

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan mengamanatkan bahwa penyelenggaraan penyuluhan menjadi wewenang dan tanggungjawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan fungsi sistem penyuluhan. Kegiatan pemantapan sistem penyuluhan pertanian diperlukan untuk mendorong percepatan pembangunan pertanian di daerah.

Kedatangan Menteri Pertanian RI Di Kalimantan Selatan langsung disambut Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Pangdam VI Mulawarman, Kepala Dinas Pertanian TPH, Sekretaris Bakorluh Prov. Kalsel, Asisten II Setda Prov Kalsel, Kepala UPT Kementerian Pertanian (BBPP Binuang, BPTP, dll)  serta jajaran Lingkup Pemprov Kalimantan Selatan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Adapun agenda kunjungan kerja Menteri Pertanian yaitu di Kabupaten Tapin untuk Panen Padi dan Kabupaten Tanah Laut untuk Panen Tanaman Jagung.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menargetkan peningkatan produksi padi untuk Tapin sebesar 20 persen, Senin (16/3). Dengan target awal 15 persen, Mentan akan siap memberikan bantuan yang lebih besar untuk mendukung swasembada pangan.

Kabupaten Tapin dapat mendukung Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengejar surplus beras 1 juta ton tahun depan. Mentan mengungkapkan bahwa bantuan untuk Tapin akan ditambah sesuai dengan kebutuhan petani dan suksesnya merealisasikan bantuan yang sudah diberikan.

“Kementerian Pertanian sudah menyalurkan bantuan ke Tapin berupa handtraktor 37 unit, pompa air 8 unit, perbaikan saluran irigasi sebesar 6 ribu ha dan bantuan perbaikan saluran irigasi untuk Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 20 ribu ha akan ditambah menjadi 28 ribu ha” ungkap Mentan seusai melakukan panen raya padi di Kelompok Tani KH. Mansyur Desa Timbaan, Kecamatan Tapin Selatan. Sementara itu, Bupati Tapin menjelaskan, lahan pertanian yang menjadi lokasi panen merupakan lahan tadah hujan dengan Indeks Pertanaman (IP) 2.00 yang luasnya sebesar 13.350 ha. Saat ini, di Tapin sedang dilakukan perbaikan jaringan irigasi yang mencapai 60 persen yakni dari 6.389 ha baru diselesaikan 3.306 ha yang mengerjaannya dengan melibatkan personil TNI (Babinsa).

“Bantuan yang disalurkan Kementerian Pertanian benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani dan kendala petani selama ini, yakni masalah irigasi dan alsintan” ujar Bupati. Usai melakukan panen raya padi, Mentan langsung melanjutkan panen padi dengan menggunakan mesin panen (combain harvest) dalam rangka mewujudkan mekanisasi pertanian agar dapat mengurangi kehilangan hasil panen dan membantu petani dalam mengurangi biaya usaha tani.

“Kami harapkan dengan petani sudah menggunakan mesin panen, biaya yang petani keluarkan menjadi berkurang dan hasil yang diperoleh menjadi maksimal,” kata Mentan.

Pada panen raya, Mentan didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan, Pangdam VI Mulawarman Mayjen Beni Indra Puji Hastono, Bupati Tapin Arifin Arpan, Kapolres Tapin AKBP Akhmad Shaury, dan Dandim 1010 Rantau Letkol. Inf. Musa David M. Hasibuan. Produktivitas tanaman padi di Kabupaten Tapin berdasarkan hasil ubinan sebesar 8 ton per ha, turut pula hadir Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Kalimantan Selatan serta 300 orang para Penyuluh Pertanian (PNS dan THL –TB PP Kabupaten Tapin dan Kabupaten/Kota Sekitar).

Selanjutnya rombongan menteri pertanian menuju Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Tiba di tempat tersebut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyambut gembira semangat petani yang tinggi dan hamparan lahan jagung yang begitu luas dengan produktivitasnya yang tinggi. Adapun lahan yang siap panen yakni sebesar 6.500 ha.

“Ini merupakan kali pertamanya melaksanakan panen jagung di lahan yang luasnya 14 ribu ha dan hasil yang tinggi 8 ton per ha,” ujar Mentan saat panen raya jagung di Kecamatan Batu Ampar, Senin (16/3).

Mentan menjelaskan bahwa tujuan panen raya jagung ini adalah dalam rangka percepatan tanam jagung musim tanam (MT) II 2015 guna mensukseskan swasembada jagung tiga tahun ke depan. Untuk mendukung hal ini, Kementerian Pertanian siap membantu petani dengan memberikan bantuan yang sesuai dengan dibutuhkan petani dan pemerintah daerah. “Kami akan berikan bantuan berupa 100 unit handtraktor, mesin perontok jagung 15 unit dan bibit jagung untuk 400 ha” tambah Mentan.

Menurut Mentan untuk menyelesaikan masalah impor jagung tiap tahunnya, dibutuhkan lahan jagung minimal 500 ribu ha lagi. Apabila hal ini dilaksanakan pada delapan kabupaten saja maka dapat menghasilkan jagung sebesar 4juta ton. Hal ini tentunya dapat menyelesaikan masalah impor yang selama ini dilakukan pemerintah.

Sementara itu, Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah mengungkapkan siap mendukung penuh upaya yang dilakukan pemerintah pusat dalam mengejar target swasembada jagung. Menurutnya, Pemkab Tanah Laut sudah menyiapkan lahan sebesar 12 ribu ha dengan target tahun depan dapat menghasilkan jagung sebanyak 100 ribu ton.

Pada panen jagung ini, Mentan yang didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan, Anggota Komisi IV DPR RI  menyempatkan waktu memberikan pengarahan kepada kelompok tani dan masyarakat tani sekitar 1.500 orang. Mentan mengajak para petani untuk bersama-sama mensukseskan UPSUS swasembada jagung tiga tahun ke depan.

Pada kesempatan tersebut di Kabupaten Tanah Laut para Penyuluh Pertanian (PNS dan THL- TB PP) juga turut hadir sebanyak 250 orang dari beberapa Kabupaten/kota dalam rangka mensukseskan kegiatan pemerintah  dalam upaya  pencapaian peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Kalimatan Selatan dan Malamnya dilanjutkan Ramah Tamah dengan Bupati/ Walikota Se-Kalimantan Selatan di Mahligai Pancasila, Banjarmasin.  (fz)

Sumber :

www.pertanian.go.id, 2015

 

You can leave a response, or trackback from your own site.
Budidaya Lele
Penghargaan Nasional
Foto Bersama
Latihan dan Kunjungan
Rakorhut
Kunjungan Kerja Sekretaris Bakorluh Prov Kalsel

Leave a Reply